Indahnya Persaudaraan

 

tangan.jpg

Antara keistimewaan ajaran Islam ialah seruan kepada penganutnya supaya mempertahankan ukhuwah Islamiah, sebaliknya mengecam perpecahan yang terjadi dalam umat. Sesuai dengan firman Allah yang ertinya, “Dan berpegang teguhlah kamu semua dengan tali Allah dan janganlah berpecah belah”. (Surah Ali Imran, ayat 103). Allah mengingatkan umat Islam supaya bersatu padu dan melarang hidup berpecah-belah.Imam Qurthubi mengatakan, “Sesungguhnya Allah memerintahkan kita supaya bersatu dan melarang kita berpecah-belah. Sungguh perpecahan itu adalah suatu kehancuran, sebaliknya persatuan adalah keuntungan karena berpegang teguh pada tali Allah; maka berpegang teguhlah dengan taliNya yang kuat iaitu Kitabullah.” Oleh karena itu, satu-satunya jalan menghindari bencana ini adalah bersatunya umat Islam dalam satu ikatan Allah iaitu Kitabullah. Untuk itulah Allah mewajibkan kita agar berpegang teguh pada KitabNya serta sunnah RasulNya dan menjadikan keduanya sebagai rujukan dalam hidup ini, terutama ketika terjadi perselisihan
di antara kita. Allah juga memerintahkan kita untuk selalu berpedoman kepada Al-Qur’an dan Al-Hadith. Inilah jalan menuju persatuan umat Islam untuk kebaikan dunia akhirat. Ibnu Taimiyah berkata: “Para imam mujtahid Islam telah memberi contoh pada kita, walaupun mereka berbeda pendapat dan berselisih paham dalam masalah kaifiyat (cara) pelaksanaan ibadah tetapi mereka tetap bersatu dan saling kasih dalam ukhuwah Islamiyah.” Ibnu Taimiyyah menambah, “Perpecahan yang terjadi pada umat Islam disebabkan banyaknya pengikut umat ini yang melakukan bid’ah dalam agama mereka. Sementara persatuan yang terjadi di tengah umat ini karena mereka berpegang teguh pada ajaran Islam murni yang disampaikan oleh para Salafus Shalih. Untuk itu para pengikut sunnah Rasulullah s.a.w. pasti bersatu dan ahli bid’ah pasti dalam perpecahan.” Imam Abul Qasim Al-Isbahani berkata: “Kelompok yang selalu merujuk segala sesuatu kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits (Ahlus Sunnah) selalu menjaga persatuan. Karena mereka selalu menjadikan Al-Qur’an
dan Al-Hadits sebagai rujukan segala permasalahan dunia maupun akhirat. Sebaliknya mereka yang mengerjakan ibadah dengan bersumber kepada pendapat dan logik saja maka kita akan dapatkan mereka selalu dalam perpecahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s