Hargailah Orang Kecil Karena Setiap Orang Mempunyai Hak Yang Sama

Hadiah Terbaik Dalam Hidupku

February 16, 2008 · Leave a Comment

Kadang-kadang Tuhan sembunyikan matahari, DIA datangkan petir dan kilat. Kita menangis dan tertanya-tanya ke mana hilangnya matahari, rupa-rupanya Tuhan hendak memberi kita pelangi

Waktu itu bagaikan pedang, jika tidak kau potong maka ia (waktu) akan memotongmu.

Penyesalan terbesar dalam hidup ialah risiko yang kita tidak ambil. Jika anda merasakan sesuatu itu akan

membuatkan anda bahagia, maka teruskan. Ingatlah bahawa kita akan melalui semua ini hanya sekali, mungkin tiada lagi peluang kedua.

Andai hidup punca perpisahan, biarlah mati menyambungnya semula.
Namun seandainya mati punca perpisahan, biarlah hidup ini membawa erti yang nyata.

Kemaafan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Tetapi hanya dengan memberi kemaafan sahajalah kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka. Kemaafan yang di beri secara ikhlas umpama pisau bedah yang boleh membuang segala parut luka emosi

Jangan berputus asa dalam mencari Ilmu bila Ilmu yang dicari itu tidak mahu masuk kedalam sanubari, tapi bersabarlah,kerana air yang lembut itu apabila menitis keatas sebiji batu yang besar secara berterusan, batu itu pasti akan mempunyai lekuk

Sesungguhnya persahabatan itu lebih unggul dari percintaan, tanpa persahabatan percintaan akan berakhir tetapi tanpa percintaan, persahabatan boleh kekal. Oleh itu hargailah persahabatan yang terjalin.

Kenali senjata wanita: Airmata, senyuman, tuturkata, berhias dan kepandaian” -Kitab Melayu Lama Tajul Muluk

Hidup kita ibarat subjek matematik iaitu tambah, tolak, darab dan bahagi. amalan yang baik hendaklah ditambahkan, segala perbuatan yang buruk dan dimurkai oleh Allah hendaklah ditolak atau dijauhkan, pahala amalan hendaklah digandakan dan masa yang ada hendaklah dibahagikan dengan sempurna agar kita tidak tergolong dalam golongan mereka yang rugi hidup di dunia dan akhirat.

BILA AKU MENCINTAI
Allahu Rabbi…
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cintaku untuk-MU berkurang
Hingga membuatku lupa akan adanya Engkau

Allahu Rabbi…
Aku punya pinta, bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan Cinta-Mu
yang tak terbatas biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi…

Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkanlah untukku wanita yang hatinya penuh dengan kasih-Mu
Allahu Rabbi…
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Pertemukanlah kami dalam rangka tuk meraih cinta-Mu
Dan janganlah kau pernah palingkan wajah-Mu dariku
Anugrahkanlah aku cinta-Mu ,Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

 Cinta itu seperti api abadi, yang suatu waktu ia menyala, namun kemudian akan membakar seluruh waktu.

Cinta lebih tua daripada alam ini karena alam ini dijadikan Allah atas dasar cinta.

HADIAH TERBAIK

Hadiah terbaik kepada kawan adalah kesetiaan

Hadiah terbaik kepada musuh adalah kemaafan

Hadiah terbaik kepada ketua adalah khidmat

Hadiah terbaik kepada yang muda adalah contoh yang terbaik

Hadiah terbaik kepada yang tua adalah hargai budi mereka dan kesetiaan

Hadiah terbaik kepada pasangan adalah kesetiaan

Hadiah terbaik kepada alam adalah merawatnya

Hadiah terbaik kepada manusia adalah kebebasan

TUNJUKKANLAH JALANKU

Ya Rabbi..
Terlalau banyak ku berbuata dosa
Sehingga rsanya tak terhapuskan lagi

Ya Rabbi..
Bagaimana kuhitung dosaku
Sedangkan terlalu banyak dosa yang ku perbuat

Ya Rabbi…
Aku tak sanggup memikul dosa ini
Yang begitu banyak hingga menyesakkan
aliran nafasku i ni..

Ya Rabbi..
Sinar kebahagiaan pun sulit ku temui
Adakah ini angkara dosa masa laluku..??

Ya Rabbi..
Ampunilah aku, tunjukilah aku
Bukakan hatiku ke arah kebenaran
Biarlah aku bersyukur slalu dg Nikmat-Mu

Ya Rabbi…
Tuntunlah aku kejalan yang terang penuh cahaya
Agar ku mampu merangkak kembali tuk pulang
Mencari jalan-Mu …dan menuju arah-Mu ya Rabbi..

 

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Pembelian Bensin-Solar Dibatasi

February 7, 2008 · Leave a Comment

Setelah sempat maju mundur, kebijakan pembatasan pembelian premium dan solar mulai diterapkan Mei 2008. Nanti setiap kendaraan mendapat jatah pembelian bahan bakar per hari. Volume pembelian dikendalikan melalui kartu pintar (smart card) yang ditempel di kaca depan kendaraan

“Kartu tersebut memiliki barcode yang akan dibaca dengan alat pemindai di SPBU, berapa volume maksimal yang boleh dibeli setiap hari. Bila melebihi jatah volume hari itu, otomatis pembelian ditolak,” ujar anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Adi Subagyo di Jakarta kemarin (6/2).

Proyek tersebut akan dimulai di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) yang kemudian dilanjutkan ke daerah lain di Jawa dan Bali pada akhir 2008.

Sumber : Jawapos, 7 Feb 2008

Komentar :

Berdasarkan konsep sebab akibat yang menyatakan bahwa kenaikan harga minyak pasti akan mengakibatkan harga transportasi masyarakat akan rendah yang secara otomatis harga barang meningkat dan pergerakan masyarakat semakin berkurang. Apabila sudah seperti itu perekunomian bangsa ini menjadi tidak stabil. Hendaknya pemerintah kita berfikir ulang untuk melaksanakan kebijakan tersebut. Apalagi kalau kebijakan tersebut dikarenakan subsidi BBM dialihkan kepada produk impor seperti impor kedelai. Coba dimana logika kita yang kita tahu bahwa Negara kita adalah negara yang subur tapi bagaimana bisa menalami kekurangan kedelai. Sungguh ironis sekali…

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Pofesor Korea Melecut Semangat Bangsa Indonesia

February 7, 2008 · Leave a Comment

Kompas dalam Humaniora Teroka memuat artikel yang menghibur sekaligus melecut semangat kebangsaan bagi seluruh rakyat Indonesia, dibawah judul “Korea Saja Bisa, Apalagi Indonesia.”, yang dtulis oleh seorang Professor dari Korea, Koh Young Hun, Bangsa Indonesia bisa belajar dari apa yang ditulisnya.

Dibawah ini adalah tulisan selengkapnya yang saya cuplik dari KOMPAS beserta ulasan saya (warna biru) :

Tiga puluh tahun yang lalu, saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama.

Ini artinya bahwa Negara Indonesia telah lama dipahami oleh masyarakat dunia sebagai negara yang punya potensi (sumber daya alam dan manusia) untuk menjadi negara maju dan kuat karena potensinya itu. Akan ttapi kenyataannya segala potensi yang dimiliki negara tidak dapat dimanfaatkan secara optimal apalagi maksimal, Indonesia selalu disibukan oleh berbagai macam urusan politik yang tidak pernah kelar bahkan sampai sekarang, dana yang dikeluarkan untuk urusan politik sangat besar dan tidak efektif, ini terbukti dengan adanya pesta rakyat dan pemilihan komisi independent yang menghamburkan uang.

Untuk menjadi negara maju dan kuat seharusnya Indonesia memulai dengan pendidikan, segala potensi yang ada harus dikerahkan untuk kemajuan pendidikan bangsa, maka segala macam yang menghambat pendidikan harus dianggap sebagai musuh bangsa.

Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel) memilih presiden baru, yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan memulai lima tahun masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB berjanji bahwa dalam masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan wawasan 7-4-7, yang berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun, 40.000 dollar AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7 terbesar dari segi ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat saya, Indonesia juga bisa, karena negara ini punya kemampuan.

Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan merupakan musuh utama yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan kemalasan yang keduanya adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan. Karena itu, siapa yang lebih dahulu mampu menghilangkan dua sifat buruk itu, maka dialah yang akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan kemakmuran bangsanya.

Kemiskinan yang merajalela diakibatkan kebodohan dan keterbelakangan dalam menyikapi berbagai persoalan hidup, sedangkan kebodohan dan keterbelakangan diakibatkan oleh kemalasan. Jadi akar dari semua itu adalah kemalasan, oleh karena itu ada adagium bahwa manusia tidak ada yang bodoh tapi manusia jadi bodoh karena malas. Kemalasan itu pula menyebabkan manusia menjadi masa bodoh atau tak peduli, ini pun persoalan bangsa yang tidak kalah pentingnya, karena dilakukan tidak hanya oleh orang yang bodoh saja, bahkan oleh seorang professor atau menteri.

Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis Steven J Rosen dalam bukunya, The Logic of International Relation, dikenal dua aliran pendapat tentang sebab-sebab keterbelakangan negara-negara berkembang, di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip sangat berbeda satu dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan Korea memiliki pandangan yang sama, yakni menganut paham tradisional; menganggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sebagian besar negara terhambat akibat rendahnya tingkat produktivitas yang berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran dan ketidakefisiensian sosial. Aliran ini berpendapat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan mutlak disebabkan faktor-faktor internal. Istilah Jawa-nya karena salahe dewe.

Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal, memandang kemiskinan dan keterbelakangan suatu negara (terutama negara ketiga) disebabkan oleh kondisi internasional, yakni adanya eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Namun, dalam hal ini saya beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu mencari kambing hitam. Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari, lantai pula yang disalahkan.

Etos Korea

Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma menjadi masyarakat modern, yaitu masyarakat yang telah mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada kehidupan agraris.

Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang berdecak, terpukau seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para pakar bertanya-tanya, resep apa gerangan yang telah membuat bangsa yang terubah menjadi negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun 1970-an pihak Pemerintah Korea dalam rangka semangat pembangunan nasional telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas. Pertama, “sikap rajin bekerja“. Lebih menghargai bekerja secara tuntas betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang pidato yang muluk-muluk ttapi tiada pelaksanaannya.

Kedua, “sikap hemat“, yang tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi. Ketiga, “sikap self-help“, yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha mengembangkan sifat mandiri dan rasa percaya diri. Keempat, “kooperasi atau kerja sama, cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.

Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea. Bila kita perhatikan, keempat butir nilai itu sesungguhnya adalah nilai luhur bangsa Indonesia. “Rajin pangkal pandai” dan “sedikit bicara banyak kerja” adalah pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.

Adapun nilai self-help, mandiri, sudah lama melekat dalam nilai religi sebagian besar masyarakat Indonesia, karena Tuhan Yang Maha Esa dalam Al Quran menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu bangsa, kecuali bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah; digolongkan pada perbuatan ibadah. Semntara sifat yang terakhir, kooperasi, adalah sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol. Kooperasi atau gotong royong ttap dipelihara dan dilestarikan.

Profesor Korea ini rupanya tidak mengamati bangsa dan negara Indonesia kontemporer, dengan cermat, buktinya adalah bahwa semangat gotong royong yang dahulu ada, saat ini telah pudar bahkan sirna dan diganti dengan sikap individualistis dan mementingkan diri sendiri dan golongan ini terbukti tidak akurnya para pejabat negara, wakil rakyat, dan tokoh nasional alias sibuk dengan urusan politik. Ketidak akuran itupun dapat menjurus kepada konflik yang tentu jauh dari sifat gotong royong. Oleh karenanya untuk menumbuhkan kembali sifat gotong royong bangsa Indonesia harus dimulai dengan mengembangkan sikap toleransi, empati dan jiwa besar dalam mengahadapi berbagai persoalan.

Burung garuda

Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng tentang seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu. Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah; bersama-sama ayam kampung. Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas. Sang zoologist itu terkejut.

”Ah!” pkir sang ahli unggas itu terheran-heran. ”Sungguh mengherankan burung garuda itu!” ujarnya kepada pemburu. ”Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, ttapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!” balas sang pemburu mantap.

”Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!” bantah si ahli unggas itu. Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh. ”Betul, kan?” ujar si pemburu. ”Dia bukan garuda lagi!”

Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi. Kembali garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.

Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang burung itu, lalu dengan lembut membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan: ”Garuda, dalam tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa. Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah. Terbanglah! Membubunglah!” Burung dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.

Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya dengan bangsa Indonesia. Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata dunia takjub. Borobudur satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa Anda sekalian mampu, Anda punya kemampuan. Korea saja bisa, apalagi Indonesia.

Wahai bangsa Indonesia ini bukan dongeng pengantar tidur, tapi dongeng pelecut semangat agar kita segera beranjak dari keterpurukan dan tidur panjang untuk menjadi bangsa dan negara besar.

Koh Young Hun
Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia,
Hankuk Universit of Foreign Studies, Seoul,

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Enaknya Kerja Jadi Apa Ya?…

February 4, 2008 · Leave a Comment

Setiap orang, punya keinginan bekerja sesuai dengan impian di masa kecil mereka… Jadi Dokter, Polisi , Pilot, Presiden, dll. Tapi seiring dengna berjalannya waktu, keinginan tersebut terpendam begitu saja. Apa alasannya? Alasan yang paling relistik adalah mereka menyesuaikan dengan keadaan dirinya dan sekitarnya. Misalnya Si A ingin jadi Dokter, tapi karena alasan banyak hal, akhirya keinginan tersebut jadi hilang.

Kalo menurut saya, kerja itu enaknya sesuai dengan hati kecil kita. Apapun yang terjadi… saya yakin kalau kita bersungguh-sunguh dengan pekarjaan yang kita pilih, pasti kita akan jadi pekerja yang profesional. Untuk masalah yang lain-lain pasti akan mengikuti…

Apa yang kita dapatkan dalam pekerjaan?

Sebenarnya yang kita dapatkan adalah masalah value (nilai), dimana nilai itu tidak hanya bergantung kepada masalah finansial belaka tetapi juga menyangkut masalah kepuasan, hati nurani, penghargaan, dll.

Menurut Jansen H. Sinamo, pakar ETOS Indonesia, terdapat beberapa etos / nilai2 yang mutlak kita miliki dalam bekerja. Beberapa ETOS itu antara lain: kerja adalah rahmat, kerja adalah amanah, kerja adalah panggilan, kerja adalah aktualisas, kerja adalah ibadah, kerja adalah seni, kerja adalah kehormatan, kerja adalah pelayanan.

Sungguh mulia sekali arti dari kata kerja itu…

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Hal Yang Tidak Dapat Ditebak di Dunia

February 4, 2008 · Leave a Comment

Ternyata ada hal yang tidak dapat ditebak di dunia ini, apa itu?

Jawabannya adalah : Jodoh, Mati, Rizki

Sementara jodoh, mati dan rizki itu adalah sesuatu yang tidak dapat diganggu gugat. Artinya, pada saat seseorang itu mendapatkan salah satunya, maka yang hanya dapat dilakukan adalah bersyukur kapada Allah atas semua karunianya.

Ada istilah yang tidak asing lagi yaitu: “Manusia berencana, Tuhan yang menentukan” . Manusia hanya dapat melakukan usaha sesuai dengan batas kemampuannya, selebihnya adalah urusan Tuhan. Dalam Al-Quran telah disebutkan bahwasannya : “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu merubahnya”

Jadi berusahalah selagi kita diberi kesempatan untuk berbuat baik kepada sesama dan saling mamaafkan kalau ada khilaf. Kita semua di dunia ini tidak lain adalah mencari ridla Allah SWT…

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Percaya Pada Kemampuan Diri

January 27, 2008 · 2 Comments

Kita (manusia) diciptakan oleh Allah dari setetes mani (sperma) yang bertemu dengan sel telur. Lalu membentuk segumpal daging yang menempel di rahim sang ibu hingga lahir menjadi bayi. Semua proses menjadi segumpal daging, membentuk organ, dan sel membunuh diri sendiri berjalan dengan sendirinya yang sesuai denga ketetapan Allah. Tidak akan pernah terjadi kesalahan selain kehendak-Nya. Manusia terlahir sangat mulia dari makluk Allah lainnya: malaikat, jin, dan syetan.Diberi akal, nafsu dan rupa yang sempurna. Terlahir sebagai winner dari kompetisi yang hebat mengalahkan milyaran sel sperma lainnya. Kemudian lahirlah manusia ke bimi ini.
Lalu sebenarnya apa misi/ tugas  manusia  di  muka bumi ini?

Allah menciptakan manusia bukan tanpa tujuan. Manusia diciptakan Allah membawa misi untuk menjadi Khalifah (Pemimpin/Pengatur) di muka bumi ini.  ”Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: ”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: ”Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”. Tuhan berfirman: ”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”(Al-Baqarah:30)

Percayalah bahwa Allah menciptakan manusia dengan Akal pikiran yang menjadikan manusia menjadi mahluk tertinggi dibandingkan dengan makhluk yang lain (jin, syetan, hewan dan tumbuhan).

→ 2 CommentsCategories: Uncategorized

Pemuda Harapan Bangsa

January 26, 2008 · Leave a Comment

  

medium_sumpahpemuda22.jpg

Momen sumpah pemuda adalah momentum yang penting bagi bangsa Indonesia. Dimana pada saat itu pemuda menyatakan ikrarnya: Bertanah air, Berbangsa, dan Berbahasa satu Indonesia. Sungguh berani sekali pemuda pada saat itu. Mereka tidak gentar walaupun masih pada asa penjajahan.

Peranan pemuda dalam memajukan bangsa ini dari keterpurukan sangat basr sekali. Begit besarnya sampai2 Bung Karno pernah berkata “Berikan saya 10 pemuda, maka saya akan merubah bangsa ini”.    Bagaimana pemuda saat ini. Bentuk penjajahan saat ini mengalami metamorfosis sedemikian rupa karena sangat halusnya sehingga kita tidak mengetahuinya? Banyak pemuda yg terjerumus ke arah negatif sampai2 mereka lupa bagaimana nasb bangsanya. Para sarjana yang menjadi harapan bangsa ini lebih memilih hidup aman tanpa merasa punya tanggung jawab terhadap bangsanya… Seharusnya keadaan seperti saat ini dimana semua fasilitas ada menjadikan pemuda semakin banyak area yang dapat dijadikan sebagai media perjuangan.

Ayo2 pemuda!!! Kalian adalah harapan bangsa. Majulah tanpa kenal mundur… Bangsa kita menunggumu …

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Tentang Wanita

January 26, 2008 · Leave a Comment

queenraniajordan.jpg

“Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.”

“Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya.”

“Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.”

“Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.”

“Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.”

“Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu.”

“Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan.”

“Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya, tempat
dimana cinta itu ada.”

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Indahnya Persaudaraan

January 25, 2008 · Leave a Comment

 

tangan.jpg

Antara keistimewaan ajaran Islam ialah seruan kepada penganutnya supaya mempertahankan ukhuwah Islamiah, sebaliknya mengecam perpecahan yang terjadi dalam umat. Sesuai dengan firman Allah yang ertinya, “Dan berpegang teguhlah kamu semua dengan tali Allah dan janganlah berpecah belah”. (Surah Ali Imran, ayat 103). Allah mengingatkan umat Islam supaya bersatu padu dan melarang hidup berpecah-belah.Imam Qurthubi mengatakan, “Sesungguhnya Allah memerintahkan kita supaya bersatu dan melarang kita berpecah-belah. Sungguh perpecahan itu adalah suatu kehancuran, sebaliknya persatuan adalah keuntungan karena berpegang teguh pada tali Allah; maka berpegang teguhlah dengan taliNya yang kuat iaitu Kitabullah.” Oleh karena itu, satu-satunya jalan menghindari bencana ini adalah bersatunya umat Islam dalam satu ikatan Allah iaitu Kitabullah. Untuk itulah Allah mewajibkan kita agar berpegang teguh pada KitabNya serta sunnah RasulNya dan menjadikan keduanya sebagai rujukan dalam hidup ini, terutama ketika terjadi perselisihan
di antara kita. Allah juga memerintahkan kita untuk selalu berpedoman kepada Al-Qur’an dan Al-Hadith. Inilah jalan menuju persatuan umat Islam untuk kebaikan dunia akhirat. Ibnu Taimiyah berkata: “Para imam mujtahid Islam telah memberi contoh pada kita, walaupun mereka berbeda pendapat dan berselisih paham dalam masalah kaifiyat (cara) pelaksanaan ibadah tetapi mereka tetap bersatu dan saling kasih dalam ukhuwah Islamiyah.” Ibnu Taimiyyah menambah, “Perpecahan yang terjadi pada umat Islam disebabkan banyaknya pengikut umat ini yang melakukan bid’ah dalam agama mereka. Sementara persatuan yang terjadi di tengah umat ini karena mereka berpegang teguh pada ajaran Islam murni yang disampaikan oleh para Salafus Shalih. Untuk itu para pengikut sunnah Rasulullah s.a.w. pasti bersatu dan ahli bid’ah pasti dalam perpecahan.” Imam Abul Qasim Al-Isbahani berkata: “Kelompok yang selalu merujuk segala sesuatu kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits (Ahlus Sunnah) selalu menjaga persatuan. Karena mereka selalu menjadikan Al-Qur’an
dan Al-Hadits sebagai rujukan segala permasalahan dunia maupun akhirat. Sebaliknya mereka yang mengerjakan ibadah dengan bersumber kepada pendapat dan logik saja maka kita akan dapatkan mereka selalu dalam perpecahan.

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Menggali Potensi Indonesia

January 23, 2008 · Leave a Comment

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Indonesia adalah negara yang kaya. Baik dari segi sumber daya alamnya, budayanya, dan jumlah penduduknya. Sungguh besar karunia Tuhan. Tapi manusia Indonesia kurang dapat memaksimalkan karunia yang dianugerahkan. Kebanyakan yang menggali adalah orang asing. Sungguh ironis sekali…

indonesia_map.gif

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dengan peranan intelektual kita yang notabene mendapatkan amanah untuk memimpin bangsa ini ke arah yang lebih baik. Sunnguh setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban.

Para sarjana kita kebanyakan memilih untuk mencari pekerjaan yang aman untuk mencukupi kebutuhan pribadinya sendiri. Mereka lebih menggandalkan nama besar Universitas/Institut perguruan tingginya dan gelar kesarjanaannya dari pada kemempuannya sendiri. Sementara rakyat masih hidup di bawah garis kemiskinan. Ironis sekali???

Tidakkah mereka merasa malu? yah.. malu pada bangsanya

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized