Hargailah Orang Kecil Karena Setiap Orang Mempunyai Hak Yang Sama

Betapa Hebatnya Siti Khatijah

February 16, 2008 · Leave a Comment

Kejujuran, perilaku sopan-santun, kerja keras, dan kecerdasan pemuda Muhammad (SAW) merebut hati setiap orang. Hampir seluruh orang Quraisy adalah pedagang. Khadijah (RA) adalah seorang janda kaya. Ia meminta Muhammad (SAW) untuk memasarkan barang-barang dagangannya ke Syria.

Seorang pendeta yang lain berkata kepada Muhammad (SAW) bahwa, kelak ia akan menghapuskan penyembahan berhala dan menyerukan agama yang benar. Muhammad (SAW) kembali ke Makkah dengan membawa laba penjualan yang melimpah. Khadijah (RA) pun mengutus lagi misi perdagangan untuk kedua kalinya, dan sekali lagi misi ini menghasilkan laba yang menggembirakan. Maisarah, pelayan Khadijah (RA), menyertai Muhammad (SAW) dalam dua perjalan dagang itu. Ia menuturkan secara rinci berbagai kualitas yang dimiliki oleh Muhammad (SAW) kepada Khadijah (RA). Muhammad (SAW) adalah juga seorang pemuda yang menarik. Ketika itu Khadijah (RA) telah berusia 40 tahun, ia sangat tertarik dengan pribadi Muhammad (SAW) yang baru berusia 25 tahun, dan berkeinginan menikah dengannya. Maka, iapun menitip pesan kepada Maisarah untuk Muhammad (SAW). Namun setelah pesan disampaikan, Maisarah kembali kepadanya tanpa membawa jawaban.

Maka ia meminta bantuan teman dekatnya, Nafisah untuk menyampaikan pesan yang sama kepada Muhammad (SAW). Nafisah pun menyampaikan maksud hati Khadijah dan memberikan motivasi kepada Muhammad (SAW) agar bersedia menikahi Khadijah (RA). Akhirnya gayung bersambut, Muhammad menerima lamaran Khadijah dan merekapun menikah. Setelah menikah, Muhammad (SAW) mengambil dua hal penting.

Pertama, Muhammad (SAW) hendak menolong pamannya, Abu Thalib, yang miskin. Maka diambilnya anak sang paman, yakni Ali bin Abi Thalib (RA), untuk diasuh dan dibesarkannya.

Kedua, Khadijah (RA) menghadiahinya seorang budak yang ketika itu masih beragama nasrani dan berasal dari Syria, yaitu Zaid bin Harits (RA). Muhammad (SAW) memerdekakannya. Zaid (RA) pun sangat mengagumi kepribadian Muhammad (SAW), maka ia menolak kembali kepada orangtuanya dan rememilih menghabiskan sisa umurnya menemani Muhammad (SAW).

Keturunan pertama Muhammad (SAW) dari Khadijah (RA) adalah seorang putra yang diberi nama Qasim; ia meninggal dunia di usia kanak-kanak. Demikian juga dua putra beliau yang lain pun meninggal semasa kanak-kanak. Keturunan beliau besama Khadijah (RA) yang tumbuh dewasa adalah empat orang putri. Mereka adalah, Ruqayyah (RA), Zainab (RA), Umi Kulsum (RA) dan Fatimah (RA).

Setelah wahyu pertama di goa Hira’, Muhammad (SAW) kembali ke rumah dengan membawa pengalaman yang tidak biasa ini dan beliau sangat cemas terhadap keselamatannya. Istri beliau, Khadijah (RA), menghibur dan menenteramkannya, juga meyakinkannya bahwasanya Allah (SWT) tak akan memperlakukan sesuatu yang membahayakannya mengingat bahwa beliau (SAW) berperilaku sangat mulia. Khadijah menambahkan pula, “Engkau memiliki hubungan baik dengan saudara-saudaramu sedarah, engkau menolong yang lemah dan yang miskin, dan engkau sangat ramah-tamah. Engkau menjunjung tinggi kebenaran”. Demikianlah, Khadijah (RA) bukan hanya sosok perempuan yang tulus, cerdas, dan seorang istri ideal, iapun seorang Muslim pertama yang menerima dengan sepenuh hati apapun yang telah diwahyukan kepada Muhammad (SAW).

Untuk lebih menenteramkan hati sang suami, Khadijah (RA) mengajak Muhammad (SAW) mengunjungi sepupunya, Waraqah bin Naufal, yang memeluk dan mengamalkan agama Nasrani yang benar. Setelah menyimak penuturan Muhammad (SAW), Waraqah berkata, “Malaikat yang telah menjumpaimu itu adalah juga yang dahulu datang kepada Musa (AS) menyampaikan firman Allah (SWT). Semoga saya masih hidup ketika kelak terjadi peristiwa dimana masyarakat mengusirmu dari tanah kelahiranmu sendiri.” Muhammad (SAW) bertanya, “Akankah mereka benar-benar mengusirku?” Waraqah berkata, “Masyarakat selalu bersikap tak bersahabat terhadap seorang pembawa risalah seperti dirimu.” Beberapa hari setelah pertemuan itu Waraqah pun wafat.

Khadijah (RA) menyerahkan seluruh harta dan berbagai sumber-daya yang dimilikinya mengikuti arahan Nabi Muhammad (SAW) demi menegakkan Islam. Ia tegar berdiri di sisi sang suami dalam senang maupun susah. Sebagai contoh, ketika para penyembah berhala di Makkah melancarkan boikot sosial dan ekonomi kepada warga Bani Hasyim dan Bani Al-Muthalib yang berlangsung selama tiga tahun. Kesulitan hidup pun semakin tak tertahankan. Para pengikut Nabi (SAW) terpaksa harus mengkonsumsi dedaunan tumbuhan liar dan kulit hewan untuk bertahan hidup. Erangan tangisan anak-anak tak henti-hentinya karena sakit menahan lapar. Khadijah (RA) yang sebelum masa boikot adalah warga kaya dan hidup nyaman, bersama sang suami pun ikut tak luput merasakan penderitaan sebagaimana yang lain selama masa boikot itu.

Dua orang anak perempuan Khadijah dipaksa bercerai oleh kaum kafir, sebagai sarana menambah kepedihannya dalam penderitaan itu. Merasa belum puas dengan perlakuan itu, putrinya yang bernama Raqayyah, yang dinikahi Utsman bin Affan (RA) dijadikan sasaran berikutnya. Pasangan ini bahkan disiksa jauh lebih parah sehingga mereka hijrah ke Habsyah.

Allah (SWT) menyukai keteguhan iman, ketabahan, kesetiaan, dan ketulusan Khadijah (RA). Didalam hadits Bukhari, dirawayatkan oleh Abu Hurrairah (RA), suatu hari malaikat Jibril (AS) sedang duduk bersama Nabi Muhammad (SAW); Jibril (AS) berkata kepada Nabi (SAW), “Khadijah (RA) sedang mendatangimu dengan membawa makanan didalam sebuah kemasan. Manakala ia tiba, sampaikanlah salam Allah (SWT) dan salamku kepadanya. Berilah kabar gembira kepadanya tentang sebuah rumah berhiaskan aneka batu permata disediakan untuknya di Surga Firdaus. Suasana disana amatlah tentram dan damai, tiada kegaduhan dari apapun juga. Ia sedikitpun takkan mengalami kesulitan dan kepayahan di rumahnya didalam Surga.” Betapa ia seorang perempuan istimewa dan ditinggikan derajatnya. Jika para Muslimah mampu menerapkan ketulusan dan kesabaran serupa terhadap para suami mereka, Allah (SWT) pun akan memberikan ganjaran serupa kepada mereka.

Categories: Uncategorized

Keajaiban Al-Quran

February 16, 2008 · Leave a Comment

Semua yang telah kita pelajari sejauh ini memperlihatkan kita akan satu kenyataan pasti: Al Qur’an adalah kitab yang di dalamnya berisi berita yang kesemuanya terbukti benar. Fakta-fakta ilmiah serta berita mengenai peristiwa masa depan, yang tak mungkin dapat diketahui di masa itu, dinyatakan dalam ayat-ayatnya. Mustahil informasi ini dapat diketahui dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi masa itu. Ini merupakan bukti nyata bahwa Al Qur’an bukanlah perkataan manusia.

Al Qur’an adalah kalam Allah Yang Maha Kuasa, Pencipta segala sesuatu dari ketiadaan. Dialah Tuhan yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan dalam Al Qur’an “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (Al Qur’an, 4:82) Tidak hanya kitab ini bebas dari segala pertentangan, akan tetapi setiap penggal informasi yang dikandung Al Qur’an semakin mengungkapkan keajaiban kitab suci ini hari demi hari.

Apa yang menjadi kewajiban manusia adalah untuk berpegang teguh pada kitab suci yang Allah turunkan ini, dan menerimanya sebagai satu-satunya petunjuk hidup. Dalam salah satu ayat, Allah menyeru kita:

“Dan Al Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (Al Qur’an, 6:155)

Dalam beberapa ayat-Nya yang lain, Allah menegaskan:

“Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” (Al Qur’an, 18:29)

“Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya.” (Al Qur’an, 80:11-12)

Categories: Uncategorized

Akhirnya ku menemukanmu

February 16, 2008 · 4 Comments

Akhirnya ku menemukanmu
Song By: Naff
Akhirnya, ku menemukanmu,
saat hati, ini, mulai meragu
Akhirnya, ku menemukanmu,
saat raga, ini, ingin berlabuh

[*:]
Ku berharap, engkaulah,
jawaban, s’gala risau hatiku,
dan biarkan, diriku,
mencintaimu, hingga ujung usiaku

[Reff:]
Jika nanti ku sanding dirimu,
miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sam-pingku,
jangan pernah letih, ‘tuk mencintaiku…

Akhirnya, ku menemukanmu,
saat hati, ini, mulai meragu

[*]

[Interlude]

[Reff] (x2)

Akhirnya, ku menemukanmu…

Categories: Uncategorized

Hadiah Terbaik Dalam Hidupku

February 16, 2008 · Leave a Comment

Kadang-kadang Tuhan sembunyikan matahari, DIA datangkan petir dan kilat. Kita menangis dan tertanya-tanya ke mana hilangnya matahari, rupa-rupanya Tuhan hendak memberi kita pelangi

Waktu itu bagaikan pedang, jika tidak kau potong maka ia (waktu) akan memotongmu.

Penyesalan terbesar dalam hidup ialah risiko yang kita tidak ambil. Jika anda merasakan sesuatu itu akan

membuatkan anda bahagia, maka teruskan. Ingatlah bahawa kita akan melalui semua ini hanya sekali, mungkin tiada lagi peluang kedua.

Andai hidup punca perpisahan, biarlah mati menyambungnya semula.
Namun seandainya mati punca perpisahan, biarlah hidup ini membawa erti yang nyata.

Kemaafan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Tetapi hanya dengan memberi kemaafan sahajalah kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka. Kemaafan yang di beri secara ikhlas umpama pisau bedah yang boleh membuang segala parut luka emosi

Jangan berputus asa dalam mencari Ilmu bila Ilmu yang dicari itu tidak mahu masuk kedalam sanubari, tapi bersabarlah,kerana air yang lembut itu apabila menitis keatas sebiji batu yang besar secara berterusan, batu itu pasti akan mempunyai lekuk

Sesungguhnya persahabatan itu lebih unggul dari percintaan, tanpa persahabatan percintaan akan berakhir tetapi tanpa percintaan, persahabatan boleh kekal. Oleh itu hargailah persahabatan yang terjalin.

Kenali senjata wanita: Airmata, senyuman, tuturkata, berhias dan kepandaian” -Kitab Melayu Lama Tajul Muluk

Hidup kita ibarat subjek matematik iaitu tambah, tolak, darab dan bahagi. amalan yang baik hendaklah ditambahkan, segala perbuatan yang buruk dan dimurkai oleh Allah hendaklah ditolak atau dijauhkan, pahala amalan hendaklah digandakan dan masa yang ada hendaklah dibahagikan dengan sempurna agar kita tidak tergolong dalam golongan mereka yang rugi hidup di dunia dan akhirat.

BILA AKU MENCINTAI
Allahu Rabbi…
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cintaku untuk-MU berkurang
Hingga membuatku lupa akan adanya Engkau

Allahu Rabbi…
Aku punya pinta, bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan Cinta-Mu
yang tak terbatas biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi…

Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkanlah untukku wanita yang hatinya penuh dengan kasih-Mu
Allahu Rabbi…
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Pertemukanlah kami dalam rangka tuk meraih cinta-Mu
Dan janganlah kau pernah palingkan wajah-Mu dariku
Anugrahkanlah aku cinta-Mu ,Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

 Cinta itu seperti api abadi, yang suatu waktu ia menyala, namun kemudian akan membakar seluruh waktu.

Cinta lebih tua daripada alam ini karena alam ini dijadikan Allah atas dasar cinta.

HADIAH TERBAIK

Hadiah terbaik kepada kawan adalah kesetiaan

Hadiah terbaik kepada musuh adalah kemaafan

Hadiah terbaik kepada ketua adalah khidmat

Hadiah terbaik kepada yang muda adalah contoh yang terbaik

Hadiah terbaik kepada yang tua adalah hargai budi mereka dan kesetiaan

Hadiah terbaik kepada pasangan adalah kesetiaan

Hadiah terbaik kepada alam adalah merawatnya

Hadiah terbaik kepada manusia adalah kebebasan

TUNJUKKANLAH JALANKU

Ya Rabbi..
Terlalau banyak ku berbuata dosa
Sehingga rsanya tak terhapuskan lagi

Ya Rabbi..
Bagaimana kuhitung dosaku
Sedangkan terlalu banyak dosa yang ku perbuat

Ya Rabbi…
Aku tak sanggup memikul dosa ini
Yang begitu banyak hingga menyesakkan
aliran nafasku i ni..

Ya Rabbi..
Sinar kebahagiaan pun sulit ku temui
Adakah ini angkara dosa masa laluku..??

Ya Rabbi..
Ampunilah aku, tunjukilah aku
Bukakan hatiku ke arah kebenaran
Biarlah aku bersyukur slalu dg Nikmat-Mu

Ya Rabbi…
Tuntunlah aku kejalan yang terang penuh cahaya
Agar ku mampu merangkak kembali tuk pulang
Mencari jalan-Mu …dan menuju arah-Mu ya Rabbi..

 

Categories: Uncategorized