Hargailah Orang Kecil Karena Setiap Orang Mempunyai Hak Yang Sama

Entries from February 2008

Lagu Untuk Calon Isteriku

February 22, 2008 · 2 Comments

Tuhan tak pernah mengabarkan kapan kita akan bertemu
Tak pernah pula kita tahu apakah kita pernah bertemu sebelum ini
Yang kutahu aku tak perlu mencarimu
Tak perlu pula tergesa mempercepat perjumpaan kita
Karena akhirnya ku akan menemukanmu

Tuhan tak pernah menciptakan manusia begitu sempurna melebihi rasul-Nya
Tak perlu sebuah ikatan jika masing-masing telah sempurna
Yang kutahu bahwa aku berbeda dari yang lain
Yakinku bahwa engkau juga belum tentu sama dengan mereka
Karena itu maka kita adalah pasangan yang tepat untuk saling melengkapi

Tuhan telah menciptakan kita sejak dari bayi yang lemah
Kemudian mengajari kita cara hidup di dunia
Yang kutahu ada banyak hal yang belum kuketahui
Tak tahu pula bagaimana aku akan memperlakukanmu
Dari sana aku belajar agar menjadi lebih baik saat mendampingimu

Tuhan tidak memberitahu apakah aku akan bahagia bersamamu
Jika itu terjadi, tak akan ada lagi tangis patah hati
Yang kutahu kita sedang berusaha
Menghadapi kehidupan dengan segala suka-dukanya
Karena dari sana kita akan semakin kuat menghadapi badai saat bahtera rumah tangga kita telah berlayar

Tuhan telah menjodohkan aku denganmu
Merencanakan perjumpaan dan jalan hidup yang akan kita lalui
Yang kutahu itu semua bukan tanpa tujuan
Maka kuatkan jika aku mulai menjauh dari ridha dan cinta-Nya
Karena dengan itu aku pasti akan selalu mencintaimu

~lintasan pikiran saat nyuci baju~

Categories: Uncategorized

Betapa Hebatnya Siti Khatijah

February 16, 2008 · Leave a Comment

Kejujuran, perilaku sopan-santun, kerja keras, dan kecerdasan pemuda Muhammad (SAW) merebut hati setiap orang. Hampir seluruh orang Quraisy adalah pedagang. Khadijah (RA) adalah seorang janda kaya. Ia meminta Muhammad (SAW) untuk memasarkan barang-barang dagangannya ke Syria.

Seorang pendeta yang lain berkata kepada Muhammad (SAW) bahwa, kelak ia akan menghapuskan penyembahan berhala dan menyerukan agama yang benar. Muhammad (SAW) kembali ke Makkah dengan membawa laba penjualan yang melimpah. Khadijah (RA) pun mengutus lagi misi perdagangan untuk kedua kalinya, dan sekali lagi misi ini menghasilkan laba yang menggembirakan. Maisarah, pelayan Khadijah (RA), menyertai Muhammad (SAW) dalam dua perjalan dagang itu. Ia menuturkan secara rinci berbagai kualitas yang dimiliki oleh Muhammad (SAW) kepada Khadijah (RA). Muhammad (SAW) adalah juga seorang pemuda yang menarik. Ketika itu Khadijah (RA) telah berusia 40 tahun, ia sangat tertarik dengan pribadi Muhammad (SAW) yang baru berusia 25 tahun, dan berkeinginan menikah dengannya. Maka, iapun menitip pesan kepada Maisarah untuk Muhammad (SAW). Namun setelah pesan disampaikan, Maisarah kembali kepadanya tanpa membawa jawaban.

Maka ia meminta bantuan teman dekatnya, Nafisah untuk menyampaikan pesan yang sama kepada Muhammad (SAW). Nafisah pun menyampaikan maksud hati Khadijah dan memberikan motivasi kepada Muhammad (SAW) agar bersedia menikahi Khadijah (RA). Akhirnya gayung bersambut, Muhammad menerima lamaran Khadijah dan merekapun menikah. Setelah menikah, Muhammad (SAW) mengambil dua hal penting.

Pertama, Muhammad (SAW) hendak menolong pamannya, Abu Thalib, yang miskin. Maka diambilnya anak sang paman, yakni Ali bin Abi Thalib (RA), untuk diasuh dan dibesarkannya.

Kedua, Khadijah (RA) menghadiahinya seorang budak yang ketika itu masih beragama nasrani dan berasal dari Syria, yaitu Zaid bin Harits (RA). Muhammad (SAW) memerdekakannya. Zaid (RA) pun sangat mengagumi kepribadian Muhammad (SAW), maka ia menolak kembali kepada orangtuanya dan rememilih menghabiskan sisa umurnya menemani Muhammad (SAW).

Keturunan pertama Muhammad (SAW) dari Khadijah (RA) adalah seorang putra yang diberi nama Qasim; ia meninggal dunia di usia kanak-kanak. Demikian juga dua putra beliau yang lain pun meninggal semasa kanak-kanak. Keturunan beliau besama Khadijah (RA) yang tumbuh dewasa adalah empat orang putri. Mereka adalah, Ruqayyah (RA), Zainab (RA), Umi Kulsum (RA) dan Fatimah (RA).

Setelah wahyu pertama di goa Hira’, Muhammad (SAW) kembali ke rumah dengan membawa pengalaman yang tidak biasa ini dan beliau sangat cemas terhadap keselamatannya. Istri beliau, Khadijah (RA), menghibur dan menenteramkannya, juga meyakinkannya bahwasanya Allah (SWT) tak akan memperlakukan sesuatu yang membahayakannya mengingat bahwa beliau (SAW) berperilaku sangat mulia. Khadijah menambahkan pula, “Engkau memiliki hubungan baik dengan saudara-saudaramu sedarah, engkau menolong yang lemah dan yang miskin, dan engkau sangat ramah-tamah. Engkau menjunjung tinggi kebenaran”. Demikianlah, Khadijah (RA) bukan hanya sosok perempuan yang tulus, cerdas, dan seorang istri ideal, iapun seorang Muslim pertama yang menerima dengan sepenuh hati apapun yang telah diwahyukan kepada Muhammad (SAW).

Untuk lebih menenteramkan hati sang suami, Khadijah (RA) mengajak Muhammad (SAW) mengunjungi sepupunya, Waraqah bin Naufal, yang memeluk dan mengamalkan agama Nasrani yang benar. Setelah menyimak penuturan Muhammad (SAW), Waraqah berkata, “Malaikat yang telah menjumpaimu itu adalah juga yang dahulu datang kepada Musa (AS) menyampaikan firman Allah (SWT). Semoga saya masih hidup ketika kelak terjadi peristiwa dimana masyarakat mengusirmu dari tanah kelahiranmu sendiri.” Muhammad (SAW) bertanya, “Akankah mereka benar-benar mengusirku?” Waraqah berkata, “Masyarakat selalu bersikap tak bersahabat terhadap seorang pembawa risalah seperti dirimu.” Beberapa hari setelah pertemuan itu Waraqah pun wafat.

Khadijah (RA) menyerahkan seluruh harta dan berbagai sumber-daya yang dimilikinya mengikuti arahan Nabi Muhammad (SAW) demi menegakkan Islam. Ia tegar berdiri di sisi sang suami dalam senang maupun susah. Sebagai contoh, ketika para penyembah berhala di Makkah melancarkan boikot sosial dan ekonomi kepada warga Bani Hasyim dan Bani Al-Muthalib yang berlangsung selama tiga tahun. Kesulitan hidup pun semakin tak tertahankan. Para pengikut Nabi (SAW) terpaksa harus mengkonsumsi dedaunan tumbuhan liar dan kulit hewan untuk bertahan hidup. Erangan tangisan anak-anak tak henti-hentinya karena sakit menahan lapar. Khadijah (RA) yang sebelum masa boikot adalah warga kaya dan hidup nyaman, bersama sang suami pun ikut tak luput merasakan penderitaan sebagaimana yang lain selama masa boikot itu.

Dua orang anak perempuan Khadijah dipaksa bercerai oleh kaum kafir, sebagai sarana menambah kepedihannya dalam penderitaan itu. Merasa belum puas dengan perlakuan itu, putrinya yang bernama Raqayyah, yang dinikahi Utsman bin Affan (RA) dijadikan sasaran berikutnya. Pasangan ini bahkan disiksa jauh lebih parah sehingga mereka hijrah ke Habsyah.

Allah (SWT) menyukai keteguhan iman, ketabahan, kesetiaan, dan ketulusan Khadijah (RA). Didalam hadits Bukhari, dirawayatkan oleh Abu Hurrairah (RA), suatu hari malaikat Jibril (AS) sedang duduk bersama Nabi Muhammad (SAW); Jibril (AS) berkata kepada Nabi (SAW), “Khadijah (RA) sedang mendatangimu dengan membawa makanan didalam sebuah kemasan. Manakala ia tiba, sampaikanlah salam Allah (SWT) dan salamku kepadanya. Berilah kabar gembira kepadanya tentang sebuah rumah berhiaskan aneka batu permata disediakan untuknya di Surga Firdaus. Suasana disana amatlah tentram dan damai, tiada kegaduhan dari apapun juga. Ia sedikitpun takkan mengalami kesulitan dan kepayahan di rumahnya didalam Surga.” Betapa ia seorang perempuan istimewa dan ditinggikan derajatnya. Jika para Muslimah mampu menerapkan ketulusan dan kesabaran serupa terhadap para suami mereka, Allah (SWT) pun akan memberikan ganjaran serupa kepada mereka.

Categories: Uncategorized

Keajaiban Al-Quran

February 16, 2008 · Leave a Comment

Semua yang telah kita pelajari sejauh ini memperlihatkan kita akan satu kenyataan pasti: Al Qur’an adalah kitab yang di dalamnya berisi berita yang kesemuanya terbukti benar. Fakta-fakta ilmiah serta berita mengenai peristiwa masa depan, yang tak mungkin dapat diketahui di masa itu, dinyatakan dalam ayat-ayatnya. Mustahil informasi ini dapat diketahui dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi masa itu. Ini merupakan bukti nyata bahwa Al Qur’an bukanlah perkataan manusia.

Al Qur’an adalah kalam Allah Yang Maha Kuasa, Pencipta segala sesuatu dari ketiadaan. Dialah Tuhan yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan dalam Al Qur’an “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (Al Qur’an, 4:82) Tidak hanya kitab ini bebas dari segala pertentangan, akan tetapi setiap penggal informasi yang dikandung Al Qur’an semakin mengungkapkan keajaiban kitab suci ini hari demi hari.

Apa yang menjadi kewajiban manusia adalah untuk berpegang teguh pada kitab suci yang Allah turunkan ini, dan menerimanya sebagai satu-satunya petunjuk hidup. Dalam salah satu ayat, Allah menyeru kita:

“Dan Al Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (Al Qur’an, 6:155)

Dalam beberapa ayat-Nya yang lain, Allah menegaskan:

“Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” (Al Qur’an, 18:29)

“Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya.” (Al Qur’an, 80:11-12)

Categories: Uncategorized

Akhirnya ku menemukanmu

February 16, 2008 · 4 Comments

Akhirnya ku menemukanmu
Song By: Naff
Akhirnya, ku menemukanmu,
saat hati, ini, mulai meragu
Akhirnya, ku menemukanmu,
saat raga, ini, ingin berlabuh

[*:]
Ku berharap, engkaulah,
jawaban, s’gala risau hatiku,
dan biarkan, diriku,
mencintaimu, hingga ujung usiaku

[Reff:]
Jika nanti ku sanding dirimu,
miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sam-pingku,
jangan pernah letih, ‘tuk mencintaiku…

Akhirnya, ku menemukanmu,
saat hati, ini, mulai meragu

[*]

[Interlude]

[Reff] (x2)

Akhirnya, ku menemukanmu…

Categories: Uncategorized

Hadiah Terbaik Dalam Hidupku

February 16, 2008 · Leave a Comment

Kadang-kadang Tuhan sembunyikan matahari, DIA datangkan petir dan kilat. Kita menangis dan tertanya-tanya ke mana hilangnya matahari, rupa-rupanya Tuhan hendak memberi kita pelangi

Waktu itu bagaikan pedang, jika tidak kau potong maka ia (waktu) akan memotongmu.

Penyesalan terbesar dalam hidup ialah risiko yang kita tidak ambil. Jika anda merasakan sesuatu itu akan

membuatkan anda bahagia, maka teruskan. Ingatlah bahawa kita akan melalui semua ini hanya sekali, mungkin tiada lagi peluang kedua.

Andai hidup punca perpisahan, biarlah mati menyambungnya semula.
Namun seandainya mati punca perpisahan, biarlah hidup ini membawa erti yang nyata.

Kemaafan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Tetapi hanya dengan memberi kemaafan sahajalah kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka. Kemaafan yang di beri secara ikhlas umpama pisau bedah yang boleh membuang segala parut luka emosi

Jangan berputus asa dalam mencari Ilmu bila Ilmu yang dicari itu tidak mahu masuk kedalam sanubari, tapi bersabarlah,kerana air yang lembut itu apabila menitis keatas sebiji batu yang besar secara berterusan, batu itu pasti akan mempunyai lekuk

Sesungguhnya persahabatan itu lebih unggul dari percintaan, tanpa persahabatan percintaan akan berakhir tetapi tanpa percintaan, persahabatan boleh kekal. Oleh itu hargailah persahabatan yang terjalin.

Kenali senjata wanita: Airmata, senyuman, tuturkata, berhias dan kepandaian” -Kitab Melayu Lama Tajul Muluk

Hidup kita ibarat subjek matematik iaitu tambah, tolak, darab dan bahagi. amalan yang baik hendaklah ditambahkan, segala perbuatan yang buruk dan dimurkai oleh Allah hendaklah ditolak atau dijauhkan, pahala amalan hendaklah digandakan dan masa yang ada hendaklah dibahagikan dengan sempurna agar kita tidak tergolong dalam golongan mereka yang rugi hidup di dunia dan akhirat.

BILA AKU MENCINTAI
Allahu Rabbi…
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cintaku untuk-MU berkurang
Hingga membuatku lupa akan adanya Engkau

Allahu Rabbi…
Aku punya pinta, bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan Cinta-Mu
yang tak terbatas biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi…

Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkanlah untukku wanita yang hatinya penuh dengan kasih-Mu
Allahu Rabbi…
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Pertemukanlah kami dalam rangka tuk meraih cinta-Mu
Dan janganlah kau pernah palingkan wajah-Mu dariku
Anugrahkanlah aku cinta-Mu ,Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

 Cinta itu seperti api abadi, yang suatu waktu ia menyala, namun kemudian akan membakar seluruh waktu.

Cinta lebih tua daripada alam ini karena alam ini dijadikan Allah atas dasar cinta.

HADIAH TERBAIK

Hadiah terbaik kepada kawan adalah kesetiaan

Hadiah terbaik kepada musuh adalah kemaafan

Hadiah terbaik kepada ketua adalah khidmat

Hadiah terbaik kepada yang muda adalah contoh yang terbaik

Hadiah terbaik kepada yang tua adalah hargai budi mereka dan kesetiaan

Hadiah terbaik kepada pasangan adalah kesetiaan

Hadiah terbaik kepada alam adalah merawatnya

Hadiah terbaik kepada manusia adalah kebebasan

TUNJUKKANLAH JALANKU

Ya Rabbi..
Terlalau banyak ku berbuata dosa
Sehingga rsanya tak terhapuskan lagi

Ya Rabbi..
Bagaimana kuhitung dosaku
Sedangkan terlalu banyak dosa yang ku perbuat

Ya Rabbi…
Aku tak sanggup memikul dosa ini
Yang begitu banyak hingga menyesakkan
aliran nafasku i ni..

Ya Rabbi..
Sinar kebahagiaan pun sulit ku temui
Adakah ini angkara dosa masa laluku..??

Ya Rabbi..
Ampunilah aku, tunjukilah aku
Bukakan hatiku ke arah kebenaran
Biarlah aku bersyukur slalu dg Nikmat-Mu

Ya Rabbi…
Tuntunlah aku kejalan yang terang penuh cahaya
Agar ku mampu merangkak kembali tuk pulang
Mencari jalan-Mu …dan menuju arah-Mu ya Rabbi..

 

Categories: Uncategorized

Pembelian Bensin-Solar Dibatasi

February 7, 2008 · Leave a Comment

Setelah sempat maju mundur, kebijakan pembatasan pembelian premium dan solar mulai diterapkan Mei 2008. Nanti setiap kendaraan mendapat jatah pembelian bahan bakar per hari. Volume pembelian dikendalikan melalui kartu pintar (smart card) yang ditempel di kaca depan kendaraan

“Kartu tersebut memiliki barcode yang akan dibaca dengan alat pemindai di SPBU, berapa volume maksimal yang boleh dibeli setiap hari. Bila melebihi jatah volume hari itu, otomatis pembelian ditolak,” ujar anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Adi Subagyo di Jakarta kemarin (6/2).

Proyek tersebut akan dimulai di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) yang kemudian dilanjutkan ke daerah lain di Jawa dan Bali pada akhir 2008.

Sumber : Jawapos, 7 Feb 2008

Komentar :

Berdasarkan konsep sebab akibat yang menyatakan bahwa kenaikan harga minyak pasti akan mengakibatkan harga transportasi masyarakat akan rendah yang secara otomatis harga barang meningkat dan pergerakan masyarakat semakin berkurang. Apabila sudah seperti itu perekunomian bangsa ini menjadi tidak stabil. Hendaknya pemerintah kita berfikir ulang untuk melaksanakan kebijakan tersebut. Apalagi kalau kebijakan tersebut dikarenakan subsidi BBM dialihkan kepada produk impor seperti impor kedelai. Coba dimana logika kita yang kita tahu bahwa Negara kita adalah negara yang subur tapi bagaimana bisa menalami kekurangan kedelai. Sungguh ironis sekali…

Categories: Uncategorized

Pofesor Korea Melecut Semangat Bangsa Indonesia

February 7, 2008 · Leave a Comment

Kompas dalam Humaniora Teroka memuat artikel yang menghibur sekaligus melecut semangat kebangsaan bagi seluruh rakyat Indonesia, dibawah judul “Korea Saja Bisa, Apalagi Indonesia.”, yang dtulis oleh seorang Professor dari Korea, Koh Young Hun, Bangsa Indonesia bisa belajar dari apa yang ditulisnya.

Dibawah ini adalah tulisan selengkapnya yang saya cuplik dari KOMPAS beserta ulasan saya (warna biru) :

Tiga puluh tahun yang lalu, saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama.

Ini artinya bahwa Negara Indonesia telah lama dipahami oleh masyarakat dunia sebagai negara yang punya potensi (sumber daya alam dan manusia) untuk menjadi negara maju dan kuat karena potensinya itu. Akan ttapi kenyataannya segala potensi yang dimiliki negara tidak dapat dimanfaatkan secara optimal apalagi maksimal, Indonesia selalu disibukan oleh berbagai macam urusan politik yang tidak pernah kelar bahkan sampai sekarang, dana yang dikeluarkan untuk urusan politik sangat besar dan tidak efektif, ini terbukti dengan adanya pesta rakyat dan pemilihan komisi independent yang menghamburkan uang.

Untuk menjadi negara maju dan kuat seharusnya Indonesia memulai dengan pendidikan, segala potensi yang ada harus dikerahkan untuk kemajuan pendidikan bangsa, maka segala macam yang menghambat pendidikan harus dianggap sebagai musuh bangsa.

Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel) memilih presiden baru, yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan memulai lima tahun masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB berjanji bahwa dalam masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan wawasan 7-4-7, yang berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun, 40.000 dollar AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7 terbesar dari segi ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat saya, Indonesia juga bisa, karena negara ini punya kemampuan.

Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan merupakan musuh utama yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan kemalasan yang keduanya adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan. Karena itu, siapa yang lebih dahulu mampu menghilangkan dua sifat buruk itu, maka dialah yang akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan kemakmuran bangsanya.

Kemiskinan yang merajalela diakibatkan kebodohan dan keterbelakangan dalam menyikapi berbagai persoalan hidup, sedangkan kebodohan dan keterbelakangan diakibatkan oleh kemalasan. Jadi akar dari semua itu adalah kemalasan, oleh karena itu ada adagium bahwa manusia tidak ada yang bodoh tapi manusia jadi bodoh karena malas. Kemalasan itu pula menyebabkan manusia menjadi masa bodoh atau tak peduli, ini pun persoalan bangsa yang tidak kalah pentingnya, karena dilakukan tidak hanya oleh orang yang bodoh saja, bahkan oleh seorang professor atau menteri.

Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis Steven J Rosen dalam bukunya, The Logic of International Relation, dikenal dua aliran pendapat tentang sebab-sebab keterbelakangan negara-negara berkembang, di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip sangat berbeda satu dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan Korea memiliki pandangan yang sama, yakni menganut paham tradisional; menganggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sebagian besar negara terhambat akibat rendahnya tingkat produktivitas yang berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran dan ketidakefisiensian sosial. Aliran ini berpendapat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan mutlak disebabkan faktor-faktor internal. Istilah Jawa-nya karena salahe dewe.

Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal, memandang kemiskinan dan keterbelakangan suatu negara (terutama negara ketiga) disebabkan oleh kondisi internasional, yakni adanya eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Namun, dalam hal ini saya beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu mencari kambing hitam. Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari, lantai pula yang disalahkan.

Etos Korea

Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma menjadi masyarakat modern, yaitu masyarakat yang telah mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada kehidupan agraris.

Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang berdecak, terpukau seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para pakar bertanya-tanya, resep apa gerangan yang telah membuat bangsa yang terubah menjadi negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun 1970-an pihak Pemerintah Korea dalam rangka semangat pembangunan nasional telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas. Pertama, “sikap rajin bekerja“. Lebih menghargai bekerja secara tuntas betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang pidato yang muluk-muluk ttapi tiada pelaksanaannya.

Kedua, “sikap hemat“, yang tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi. Ketiga, “sikap self-help“, yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha mengembangkan sifat mandiri dan rasa percaya diri. Keempat, “kooperasi atau kerja sama, cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.

Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea. Bila kita perhatikan, keempat butir nilai itu sesungguhnya adalah nilai luhur bangsa Indonesia. “Rajin pangkal pandai” dan “sedikit bicara banyak kerja” adalah pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.

Adapun nilai self-help, mandiri, sudah lama melekat dalam nilai religi sebagian besar masyarakat Indonesia, karena Tuhan Yang Maha Esa dalam Al Quran menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu bangsa, kecuali bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah; digolongkan pada perbuatan ibadah. Semntara sifat yang terakhir, kooperasi, adalah sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol. Kooperasi atau gotong royong ttap dipelihara dan dilestarikan.

Profesor Korea ini rupanya tidak mengamati bangsa dan negara Indonesia kontemporer, dengan cermat, buktinya adalah bahwa semangat gotong royong yang dahulu ada, saat ini telah pudar bahkan sirna dan diganti dengan sikap individualistis dan mementingkan diri sendiri dan golongan ini terbukti tidak akurnya para pejabat negara, wakil rakyat, dan tokoh nasional alias sibuk dengan urusan politik. Ketidak akuran itupun dapat menjurus kepada konflik yang tentu jauh dari sifat gotong royong. Oleh karenanya untuk menumbuhkan kembali sifat gotong royong bangsa Indonesia harus dimulai dengan mengembangkan sikap toleransi, empati dan jiwa besar dalam mengahadapi berbagai persoalan.

Burung garuda

Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng tentang seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu. Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah; bersama-sama ayam kampung. Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas. Sang zoologist itu terkejut.

”Ah!” pkir sang ahli unggas itu terheran-heran. ”Sungguh mengherankan burung garuda itu!” ujarnya kepada pemburu. ”Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, ttapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!” balas sang pemburu mantap.

”Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!” bantah si ahli unggas itu. Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh. ”Betul, kan?” ujar si pemburu. ”Dia bukan garuda lagi!”

Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi. Kembali garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.

Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang burung itu, lalu dengan lembut membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan: ”Garuda, dalam tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa. Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah. Terbanglah! Membubunglah!” Burung dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.

Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya dengan bangsa Indonesia. Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata dunia takjub. Borobudur satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa Anda sekalian mampu, Anda punya kemampuan. Korea saja bisa, apalagi Indonesia.

Wahai bangsa Indonesia ini bukan dongeng pengantar tidur, tapi dongeng pelecut semangat agar kita segera beranjak dari keterpurukan dan tidur panjang untuk menjadi bangsa dan negara besar.

Koh Young Hun
Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia,
Hankuk Universit of Foreign Studies, Seoul,

Categories: Uncategorized

Enaknya Kerja Jadi Apa Ya?…

February 4, 2008 · Leave a Comment

Setiap orang, punya keinginan bekerja sesuai dengan impian di masa kecil mereka… Jadi Dokter, Polisi , Pilot, Presiden, dll. Tapi seiring dengna berjalannya waktu, keinginan tersebut terpendam begitu saja. Apa alasannya? Alasan yang paling relistik adalah mereka menyesuaikan dengan keadaan dirinya dan sekitarnya. Misalnya Si A ingin jadi Dokter, tapi karena alasan banyak hal, akhirya keinginan tersebut jadi hilang.

Kalo menurut saya, kerja itu enaknya sesuai dengan hati kecil kita. Apapun yang terjadi… saya yakin kalau kita bersungguh-sunguh dengan pekarjaan yang kita pilih, pasti kita akan jadi pekerja yang profesional. Untuk masalah yang lain-lain pasti akan mengikuti…

Apa yang kita dapatkan dalam pekerjaan?

Sebenarnya yang kita dapatkan adalah masalah value (nilai), dimana nilai itu tidak hanya bergantung kepada masalah finansial belaka tetapi juga menyangkut masalah kepuasan, hati nurani, penghargaan, dll.

Menurut Jansen H. Sinamo, pakar ETOS Indonesia, terdapat beberapa etos / nilai2 yang mutlak kita miliki dalam bekerja. Beberapa ETOS itu antara lain: kerja adalah rahmat, kerja adalah amanah, kerja adalah panggilan, kerja adalah aktualisas, kerja adalah ibadah, kerja adalah seni, kerja adalah kehormatan, kerja adalah pelayanan.

Sungguh mulia sekali arti dari kata kerja itu…

Categories: Uncategorized

Hal Yang Tidak Dapat Ditebak di Dunia

February 4, 2008 · Leave a Comment

Ternyata ada hal yang tidak dapat ditebak di dunia ini, apa itu?

Jawabannya adalah : Jodoh, Mati, Rizki

Sementara jodoh, mati dan rizki itu adalah sesuatu yang tidak dapat diganggu gugat. Artinya, pada saat seseorang itu mendapatkan salah satunya, maka yang hanya dapat dilakukan adalah bersyukur kapada Allah atas semua karunianya.

Ada istilah yang tidak asing lagi yaitu: “Manusia berencana, Tuhan yang menentukan” . Manusia hanya dapat melakukan usaha sesuai dengan batas kemampuannya, selebihnya adalah urusan Tuhan. Dalam Al-Quran telah disebutkan bahwasannya : “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu merubahnya”

Jadi berusahalah selagi kita diberi kesempatan untuk berbuat baik kepada sesama dan saling mamaafkan kalau ada khilaf. Kita semua di dunia ini tidak lain adalah mencari ridla Allah SWT…

Categories: Uncategorized